Blogs I follow:

Tweets

Tuhan baru kusadar nikmat sehat itu

Aku beruntung dilahirkan diantara orang - orang yang sangat mencintaiku. Dari dekapan mereka aku belajar bahwa penting nya aku menjaga diriku dan hidupku. Dari dekapan mereka aku tahu jika aku masih memiliki mereka jika aku sendiri.
Mereka itu adalah…. Allah SWT, mamah, bapak, kedua kakak laki-laki ku mereka adalah my #1 superhero dalam keluarga. Dan alhamdulilah aku memiliki teman teman yang sangat men support dan mendongkrak bahwa “LARAS HARUS SEMBUH. LARAS PASTI BISA” iya walaupun dokter bilang “belum ada obatnya, tapi masih bisa diatasi” tapi yang menentukan jodoh, rezeki, sama kematian kan itu urusan Allah.
Pasti setiap manusia jika ada masalah yang begitu hebat dalam hidupnya pasti bakal ngerasaindownnnn banget. Serasa dunia ini gak adil serasa Tuhan gak adil dan bertanya-tanya “mengapa harus aku??!!” Iya, itu namanya takdir. Kita harus menerima takdir, berfikiran husnudzan ke Allah. Sesuai dengan hadist yang artinya ” Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan semua takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi”. (HR. Muslim no. 2653).

Dulu, aku berfikir jika aku sakit ini pasti karena Allah tak suka pada ku, sehingga aku diberi hukuman. Tapi aku mulai sadar bahwa sakit yang kurasa sekarang, sakit yang aku perjuangkan untuk sembuh adalah rasa cinta-Nya kepadaku. Setelah aku membaca Hadist Rasullulah yang berisi ” Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”, mulai dari situ aku bersyukur berarti Allah masih cinta aku, dan masih memberi pintu taubat.
Kadang jika aku benar-benar dalam keadaan yang sangat ‘menyakitkan’ aku merasa aku sudah tak mampu melakukan apa apa lagi. Pernah satu hari ketika aku terbaring lemah dikasur dan aku tak sekolah tak bertemu dengan teman - teman, aku online twitter dan mentwit “ras jangan banyak fikiran, usahakan jangan stress, temen - temen pasti ngasih semangat” tak lama dari setelah aku men-twit tersebut banyak mention yang masuk dan menyemangatiku dan air mata ku tak kunjung berhenti menetes, aku sadar bahwa banyak orang yang sayang aku, banyak orang yang peduli kepadaku. Aku sangat bersyukur dari situ dan semangat hidup ku memuncak kembali.
Dari penyakit yang aku derita (tapi tak kuanggap derita, insyaallah) banyak sekali hikmah. Aku tau bahwa sehat itu mahal, ambil darah itu mahal, obat dari rumah sakit itu mahal gak murah, dan aku tau bahwa masih banyak yang sayang aku, bahwa aku masih layak sembuh dan sehat kembali.
Setelah itu, aku sadar beruntungnya aku dilahirkan diantara teman teman yang selalu mewarnai hariku, menceriakan suasana yang awalnya duka menjadi suka.
Aku sangat berterimakasih kepada sahabat terdekat ku Tria Hayati lidinillah, Jeni Asharyanti, Hasna Khalidah, Riki Samsul, Hanani Fauziatunisa, Fitria Amaliah, Amirrush shaffa fauzia, Citha Amelia, Friska Damayanthi, Canthika Julia, Jamilah Uswatun, Devi Susanto, Dimas Wijayanto, dan salah seorang yang tak bisa aku sebutkan tapi ia sangat berpengaruh bagiku. Tapi selain mereka aku beruntung diberi teman teman kelas di XII IPA 4 karena mereka sudah mengerti keadaanku dan juga sama sama mensupportku. Pokonya aku cinta banget banget sama mereka semuaaaa!!!!!!!!!!♥♥♥♥♥
Oh ya, aku juga tersadar dari lirik lagu muhasabah cinta - edcoustic yaitu
” Wahai pemilik nyawa ku betapa lemah diriku ini. Berat ujian dari-Mu kupasrahkan pada-Mu. Tuhan baru ku sadar indah nikmat sehat itu tak pandai aku bersyukur kini ku harap cinta. Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku. Tuhan kuatkan aku, lindungiku dariku putus asa jika kuharus mati pertemukan aku dengan-Mu” aku yakin jika aku berusaha dan berdoa maka Aku percaya dan ikhtiar bahwa
” Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya”. (HR. Bukhari no. 5678)

Maka dari itu jaga sahabat terdekat kalian, peluklah mereka jika engkau masih mampu, doakan mereka doakan agar mereka tetap bisa menghibur kita, air mata mereka adalah doa, pelukan mereka adalah api yang membara dalam semangat, pesan mereka adalah mutiara yang tak pernah padam sirnanya, tatapan nya adalah cara mereka memperhatikan apabila engkau salah.

Terimakasih telah membaca, mohon maaf jika ada kesalahan dan mohon doanya untuk kesembuhan ku;) semoga kita selalu di lindungi Allah SWT. Aamin yarabbalalamin.